Berita

“POLRI dan TNI Bersinergi Amankan Unjuk Rasa di Kec. Batu Putih”

860
×

“POLRI dan TNI Bersinergi Amankan Unjuk Rasa di Kec. Batu Putih”

Sebarkan artikel ini

Pada hari Selasa, 3 Juni 2025 pukul 10.00 wita sampai pukul 14.00 wita aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Aliansi Masyarakat dan Pengusaha Lokal Kolaka Utara berlangsung di Pertigaan Kilo Tiga Desa Mosiku, Kec. Batu Putih, Kab. Kolut. Sebanyak 50 orang massa yang dipimpin oleh Roy Jordi sebagai koordinator lapangan menggunakan alat peraga seperti sound system, bendera Merah Putih, dan spanduk serta 10 unit R2 dan 4 unit R4.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa melakukan orasi secara bergantian untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak perusahaan PT. Tambang Mineral Maju. setelah melakukan orasi, perwakilan pengunjuk rasa sebanyak 6 orang diterima oleh Staf PT. TMM atas nama Rian dengan pengamanan ketat oleh Kabagops Polres Kolut, Danramil 1412-05 Pakue, Kasat Samapta Polres Kolut dan melakukan rapat dengar pendapat, dengan hasil diskusi yaitu Pihak PT. TMM akan melakukan koordinasi dan Komunikasi dengan Pimpinan PT. TMM di Pusat untuk menyampaikan tuntutan pengunjuk rasa dan menerima masukan serta akan mendiskusikan kepada pimpinan Pusat terkait kondisi saat ini di PT. TMM.

Kapolres Kolaka Utara AKBP R. TODOAN A. GULTOM, S.I.K., memerintahkan Kabag Ops Polres Kolaka Utara, R. MULIADI, S.H., sebagai pengendali lapangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam penyampaian aspirasi serta menghimbau kepada massa aksi berikutnya agar tidak melakukan pembakaran ban pada saat menyampaikan aspirasinya disamping dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain pembakaran ban juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti sesak nafas dan lainnya.

Pengamanan ini melibatkan kurang lebih 80 personil Polres Kolaka Utara dan TNI dari Koramil 1412-05 Pakue, yang bersinergi untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Aksi unjuk rasa ini disebabkan oleh dugaan adanya aktifitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. Tambang Mineral Maju yang dianggap kurang memperdulikan dampak sosial masyarakat sekitar.

Dengan sinergitas POLRI dan TNI, aksi unjuk rasa dapat berlangsung dengan aman dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib, serta aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *